Mudik Sembari Menikmati Kuliner Tol Trans Jawa


Momen libur hari raya Idul Fitri menjadi libur panjang yang banyak dipilih warga Ibukota untuk kembali ke kampung halaman.  

Sembari liburan dan berkunjung ke rumah sanak saudara, tempat-tempat wisata hingga kulineran menjadi pilihan untuk mengisi waktu liburan.  

Dalam rangka liburan panjang ini, Presiden @Jokowi telah meresmikan sebagian ruas Tol Trans Jawa yakni Jakarta hingga Surabaya.  

Tol Trans Jawa sepanjang kurang lebih 1.000 kilometer tersebut akan melalui sejumlah kota yang khususnya berada di jalur Pantai Utara. Jadi sayang sekali sekali moment mudik kalau tidak dimanfaatkan untuk kulineran.  

Ruas Tol Trans Jawa dimulai dari Kota Cilegon di Provinsi Banten ini dikenal sebagai kota industri dan penghasil baja. Selain itu, kota yang berada di ujung barat laut Pulau Jawa tersebut juga memiliki sejumlah makanan khas yang bisa kamu cicipi.  

Kamu bisa mencoba ayam bekakak yang merupakan olahan ayam bakar kaya rempah dan didominasi cita rasa manis. Ada pula nasi gonjleng yang mirip sajian nasi kebuli dengan cita rasa kuat kapulaga.  

Biasanya nasi ini menggunakan daging kerbau, sapi, kambing, atau ayam sebagai bahan utamanya. Jadi buat yang besok mudiknya letat Cilegon bisa menikmati nasi kebuli  

Memasuki ibu kota Provinsi Banten yakni Serang kita bisa mencicipi sate bandeng dengan daging ikan yang gurih dan kaya bumbu. Sate yang diolah dengan cara dibakar ini merupakan kuliner peninggalan Kesultanan Banten pada abad ke-16.  

Tak kalah menggoda, nasi bakar sumsum yang gurih dan sedikit sensasi pedas juga patut dicoba. Nah, jangan lupa juga untuk mencoba rabeg yang merupakan makanan khas dengan bahan dasar daging kambing bercita rasa gurih, pedas, mirip gulai.  

Kota satu ini terkenal dengan olahan aneka pepesnya. Misalnya saja, pepes jambal yang lembut, gurih dan kaya rempah.  

Salah satu restoran pepes jambal yang terkenal di Karawang yakni Pepes Jambal Walahar H Dirja yang bertempat di samping bendungan Walahar peninggalan zaman Belanda.  

Jika mampir ke Cirebon jangan lupa untuk mencicipi makanan khasnya yakni empal gentong. Olahan berkuah santan nan gurih itu biasanya berisi potongan daging hingga jeroan sapi yang sudah direbus hingga empuk.  

Tak ketinggalan, cicipi juga nasi jamblang yang dibungkus daun jati hingga nasi lengko yang terdiri dari nasi putih, tempe goreng, tahu goreng, timun cacah, taoge, daun kucai, bawang goreng, serta siraman bumbu kacang.  

Melanjutkan perjalanan ke Brebes, kamu bisa menemukan sajian unik yakni sate blengong. Berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunakan daging ayam, sapi atau kambing, sate ini justru memakai daging blengong--hewan hasil perkawinan bebek dan mentok (entok).  

Di kota yang dikenal sebagai penghasil telur asin ini, juga terdapat kupat glabed pakai sayur pepaya dengan kuah santan dan potongan daging sapi. Mampir ke kota satu ini belum lengkap rasanya jika tidak menikmati sajian sate kambing batibulnya.  

Sate yang menggunakan daging kambing usia di bawah tiga bulan ini terkenal dengan keempukannya sehingga tidak alot dan tentunya tidak bau prengus.  

Selain sate, sauto--berasal dari gabungan soto dan tauco--adalah sajian soto yang khas dengan campuran kecambah serta dimakan bersama sambal kacang yang gurih dan pedas.  

Saat berada di Pemalang, makanan khas yang patut dicoba adalah nasi grombyang. Nama makanan ini berasal dari bentuk penyajiannya, yaitu antara isi dan kuah lebih banyak kuahnya sehingga kelihatan grombyang atau bergoyang-goyang.  

Bukan hanya nasi grombyang, sate loso yang menggunakan daging kerbau bacem ini juga tak kalah menarik untuk dicicipi. Sementara, lontong dekem hadir dengan dilengkapi aneka sajian sate seperti sate kulit atau usus ayam.  

Sekarang kita lanjut kota Pekalongan. Meski terkenal sebagai Kota Batik, namun Pekalongan juga memiliki kuliner lezat.  

Coba saja nikmati seporsi nasi megono yang merupakan nasi campur dengan aneka lauk seperti cacahan nangka muda yang dicampur dengan parutan kelapa, tempe hingga ikan goreng.  

Batang merupakan kabupaten dengan perbukitan dan pegunungan. Di daerah dengan 15 kecamatan tersebut terdapat makanan khas yang patut dicoba yakni lontong lemprak.  

Lontong dengan siraman kuah santan dan bumbu rempah serta dibubuhi suwiran daging ayam kampung ini selalu menjadi incaran masyarakat Batang dan pelancong asal luar kota. 

Melewati Semarang belum lengkap jika tidak menikmati mangut welutnya. Welut atau belutnya dimasak dengan cara digoreng terlebih dahulu lalu disiram kuah santan kental pedas, mirip krecek.  

Selain itu, ada juga sate dan gulai kambing yang tak kalah nikmat dari yang kamu temukan di Tegal.  

Di Salatiga kamu juga bisa menemukan sate kambing muda yang berusia di bawah satu tahun. Uniknya, sate ini diberi bumbu celupan yakni kecap asin, garam dan bawang putih sehingga menghasilkan cita rasa gurih.  

Sedangkan, untuk camilanya kamu bisa membeli enting-enting kacang untuk dijadikan oleh-oleh saat singgah di Salatiga nanti.  

Kamu juga bisa menghangatkan badan setelah melakukan perjalanan jauh sambil menikmati semangkuk wedang ronde. Wedang ronde yang patut kamu jajal adalah Kedai Wedang Ronde Jago yang sudah ada sejak 1964.  

Traveler Buncit

No comments:

Post a comment

Instagram